Pengalaman pertama kalinya mengunjungi SMA Selamat Pagi Indonesia yang terletak di Kota Batu Jawa Timur. Pada waktu itu aku masih menjadi calon ketua Dema masa bakti 2017 suatu kehormatan mendapat undangan dari bag.Kemahasiswaan Stikom Surabaya untuk bisa ikut bersama teman-teman Senat Mahasiswa, Dewan Mahasiswa, Koperasi Mahasiswa. 

Beberapa hari sebelum ke SMA Selamat Pagi Indonesia aku udah sempat browsing-browsing cari info tentang SPI. Hal yang paling menarik menurutku adalah jalan-jalan ke Eropa yang dilakuin sama anak-anak SMA disana yang dikategorikan sebagai pelajar yang kurang mampu, cerita itu yang bikin aku penasaran untuk tau lebih banyak tentang SPI. Singkat cerita jadi SPI adalah sekolah SMA khusus bagi anak-anak yang kurang beruntung dipilih berdasarkan 5 agama dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Di SPI sendiri memiliki beberapa divisi usaha bisnis yang benar-benar murni di kelola oleh murid-murid SPI itu sendiri. Se ingetku ada unit bisnis seperti penginapan/hotel,restoran,outbound,merchandise,produksi,dll, ada banyak deh untuk lebih detailnya tentang SPI dapat mengunjungi websitenya http://www.selamatpagiindonesia.org/

Kegiatan pertama kita saat sampai, adalah  materi pengenalan tentang SPI itu sendiri. Overview mengenai sejarah,sekolah dan kegiatan di SPI aku sempat terharu sih lihat video yang diputar oleh pemateri. Di Video tersebut menggambarkan perjuangan anak-anak Indonesia untuk mendapat pendidikan yang layak. Cerita tentang akses menempuh perjalanan ke sekolah asal mereka,cara menyambung hidup, kondisi ekonomi keluarga,dll. Setelah mendengarkan penyampaian materi kita berkeliling menuju divisi penginapan. Divisi yang mengarah pada Hospitality kalo di dunia pariwisata yang kita kenal. Di divisi ini terdapat berbagai jenis/tipe kamar untuk tamu yang menginap disini dengan harga yang bervariasi. Segala pengelolaan di divisi ini di kelola oleh murid-murid asli sma selamat pagi.

img_2289

Setelah kita berkeliling ke divisi penginapan,kita mengunjungi divisi merchandise sebelum menyaksikan show/pertunjukan dari murid-murid SPI pada waktu siang. Di divisi merchandise sendiri menjual pernak-pernik,kerajinan atau oleh-oleh. Hasil dari kreativitas murid-murid SPI.

dsc_0103

dsc_0104

Setelah puas berbelanja dan melihat-lihat kita bergerak menuju hall buat nonton penampilan pertama dari anak-anak SPI. Hal yang aku tangkep dari ngeliat penampilan mereka itu adalah persatuan perbedaan agama dan suku bukan halangan untuk saling bahu membahu menjadi kekuatan dalam saling membantu.

dsc_0134

Sehabis kita nonton penampilan dari anak-anak kita mengunjungi dan mampir ke divisi restauran untuk melihat bagaimana cara mereka mengelola sebuah restoran yang terkesan rumit dan ribet. Di divisi ini kita dijelaskan tentang sistem dapur hingga pelayanan ke konsumen, mereka mengambil ilmu dari hasil melakukan experiental learning keberbagai restoran kelas dunia. Apa yang sudah mereka dapatkan waktu mereka berexperiental learning mereka terapkan dalam mengelola bisnis disini.

Acara penutup adalah show night yang keren dari SPI yaitu dengan judul Rise of the legend. Penampilan ini mengisahkan tentang perjuangan hidup mereka dalam menggapai mimpi-mimpi mereka. Di penampilan ini diperagakan bagaimana mereka berteman,mengelola kekuatan dalam menghadapi rasa malas.

img_2419

img_2426

img_2515

img_2521

Banyak hal yang aku dapetin di Transformer Center, mereka menyebut tempat ini demikian. Hal yang mendasar mengapa mereka bisa melahirkan beberapa unit divisi bisnis adalah rasa kemandirian dan kepedulian, mereka yang awalnya bingung setelah lulus mau kerja dimana dan mau ngapain? sedangkan kondisi menejemen tidak siap membiayai murid-murid untuk tetap tinggal. Mereka akhirnya berinisiatif membuat unit bisnis satu persatu dari kecil hingga besar. Mereka berani memasang target yang tinggi untuk omzet tiap-tiap unit bisnisnya. Tidak mudah dalam mengelola dan berjuang namun karena kondisi seperti itu mereka harus tetap berjuang. Ibarat kata pepatah sekali layar di tegakan pantang mundur ketepian. Tempat yang cocok untuk memotivasi diri.

Bagaimana mereka bisa sekuat itu dalam mewujudkan mimpi-mimpinya adalah dengan berpegangan dengan 5 pilar utama yang mereka percaya. Mereka nyebutnya PAKSA

Pray, Attitude, Knowledge, Skill, Action. Mereka percaya segala hal mendasar dalam hidup adalah diawali dengan keyakinan dan berdoa memohon kepada Tuhan yang Maha menguasai segalanya. Kemudian sikap mereka menerapkan sikap yang baik sebagai perwujudan manusia. Ilmu mereka belajar dan menggali ilmu keberbagai orang/golongan/tempat karena belajar tidak cukup disatu titik saja. Skill/Keahlian mereka dengan semangat mengasah hasil ilmu yang mereka dapatkan bagaimana mereka berlatih dari yang tidak bisa hingga bisa. Dan yang terakhir Action segala hal yang telah mereka lalui akan percuma apabila mereka tidak benar-benar terapkan dan lakukan dalam hal-hal keseharian mereka. Sebuah pilar dasar yang patut kita tiru dalam hal yang positif. Aku sangat berterimakasih pada Allah SWT yang telah memberi banyak nikmat. Dan taklupa terimakasih untuk kampusku Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya yang selalu memberi kesempatan aku untuk mendapat pengalaman-pengalaman yang berharga. Semoga hasil dari Experiental learningku bisa selalu aku terapkan sehingga jadi manusia yang bermanfaat.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s