Selamat Jalan Pejuang

Ya mungkin bagi sebagian orang kerabat, teman ataupun civitas kampus telah mendengar berita tentang kepulangan dia. Dia adalah Noviastutie Budi Injotie, Mahasiswi Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya program studi Menejemen. Sudah beberapa bulan dirawat di beberapa Rumah Sakit kenamaan di Surabaya, Akhirnya pada kemarin malam hari Rabu 10 Mei 2017 dia menyudahi perjuangan melawan penyakitnya dan pergi meninggalkan kita semua untuk kembali kepangkuanNya. Semoga seluruh amal baikmu diterima di sisiNya dan mendapatkan tempat yang layak. Tentu bagi sebagian orang yang mengenalnya pasti belum bisa percaya dia bakal secepat itu pergi meninggalkan kita-kita, terlebih bagi seseorang seperti dia. Tapi kita harus bisa menerima kenyataan yang terjadi sekarang, bahwa Tuhan bisa memanggil kita kapanpun dan memberikan hasil yang terbaik. Sedikit cerita tentang dia.

Dia biasa dipanggil Njot atau Injoti kalo di kampus. Dia adalah aktivis organisasi di kampus. Terakhir dia menjadi pengurus Dewan Mahasiswa sebagai staf humas Komisi 1. Njot sebagai sosok penghubung penjalin relasi yang pas bagi seluruh elemen yang ada di kampus. Kemampuan dia membaur dan bergaul dengan banyak orang menjadikan dia sebagai orang yang disayangi oleh siapapun. Terbukti dengan banyaknya simpatisan teman-teman mahasiswa buat dia. Sejak dia dirawat beberapa bulan yang lalu di rumah sakit telah banyak yang menjenguknya. Tentu ini adalah hal yang berat bagi aku dan teman-teman. Kita kehilangan sosok yang memiliki semangat dan pengaruh besar pada organisasi ini. Dia adalah warna bagi kita di Dewan Mahasiswa, kemampuan dia meredam suasana ketika konflik, merubah keadaan dari bosan menjadi menyenangkan adalah beberapa contohnya. Selain itu diapun menjadi orang yang berpengaruh di panitia OKK 2016 yang dapat saling merekatkan. Dia sempat mengatakan ke aku tentang hal yang paling buat dia berkesan adalah persaudaraan yang ada di panitia OKK 2016.  Salah satu hal yang aku belajar dari dia adalah Jangan hanya sibuk mencari sesuatu untuk dapat memberi warna dihidupmu dan berharap mendapatkan kebahagiaan saja, tapi mulailah memberi warna dikehidupan orang lain dan membawa kebahagiaan untuk orang lain.

Aku sendiri kenal dia waktu kita satu kelompok di Latihan Keterampilan Menejemen Mahasiswa Tingkat Dasar. Dia diwaktu itu menjadi ketua kelompoknya. Kerja kerasnya sudah terlihat sejak dari awal kelompok dibentuk. Kita menjadi rekan kerja di lkkmtd. Rekanan kita pun berlanjut ketika aku membuka pendaftaran calon pengurus dema. Diapun lolos mengikuti seleksi dan keterima menjadi salah satu pengurus di dema. Aku banyak melihat nilai-nilai positif yang diapunya. Meskipun kadang menjengkelkan tapi itu wajarlah buat aku juga untuk berlatih kesabaran. Dia juga terbuka terhadap hal-hal disekitar. Banyak cerita,impian dan masukan yang dia ceritakan ke aku ,selain cerita tentang organisasi tentunya dia juga banyak bercerita tentang dirinya. Seperti keinginan menjadi relawan ataupun bisa memiliki penghasilan sendiri. Diapun menjalin relasi yang baik pada beberapa angkatan dari 2013-2016. Ketika dia memiliki kebingungan atau tidak tahu diapun tidak sungkan untuk bertanya.

Salah satu caption yang ada pada postingan terakhir dia di Instagram adalah “Don’t worry be happy”. Sebuah kalimat pendek yang aku artikan sebagai kalimat penggambaran dia. Dia adalah orang yang bisa menghadirkan arti kata “bahagia” disetiap kondisi yang mungkin orang lain melihat itu adalah menyedihkan, berat, ataupun menjengkelkan. Akupun percaya dia memang benar-benar bisa memberikan kebahagiaan buat orang-orang disekitarnya. Semoga disana km tetap bisa main-main dan berbagi kebahagiaan yah njot. Kayak apa yang kamu berikan kekita-kita disini. Dibalik rasa sakit yang dia simpan dan kelemahaan yang diamiliki. Dia tetap bersyukur dan tidak ingin orang lain disekitarnya merasa sedih.

Kita pun harus bisa ikhlas menerima kenyataan dari Tuhan. Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi hambaNya. Begitupun dengan dia Tuhan telah memberikan yang terbaik buat dia. Terimakasih telah menjadi bagian dari keluarga kita di kampus. Terimakasih sudah bisa menerima keadaan. Terimakasih sudah menjadi teman yang baik. Terimakasih sudah mau nerima omel”an dan curhatanku. Maafin aku kalo selama ini ada salah sama kamu ya njot. Maafin kita yang mungkin masih belum bisa sesuai harapanmu. Kita akan terus menjalankan tugas dengan maksimal. Semangatmu nggak akan ada habisnya untuk selalu memotivasi kita. Semoga semua amal mu diterima disisiNya dan mendapat tempat yang layak. Bahagia disana ya njot….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s